Mengenal Karakteristik dan Contoh Industri Kreatif Indonesia

Industri pertama yang masuk ke Indonesia adalah perkebunan pada akhir 1800-an. Setelah seabad lebih, industri di Indonesia pun mengalami pergeseran mengikuti tren dunia. Saat ini, Industri kreatif Indonesia tengah dikembangkan dan mengalami kemajuan begitu pesat.

Industri kreatif jauh dari tenaga kerja kasar dan tak begitu banyak memanfaatkan sumber daya alam. Satu hal yang menjadi tonggak utama di sektor ini adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu masih banyak karakteristik lain yang membedakannya. Mari simak penjelasan berikut.

Karakteristik Industri Kreatif

Industri kreatif adalah konsep baru yang menghasilkan produk berdasarkan ide dari manusia-manusia yang terlibat di dalamnya. Tanpa adanya ide dan gagasan dari manusia, industri kreatif tidak akan bisa berjalan. Karakteristik atau ciri-ciri dari industri kreatif antara lain:

  • Berbasis pada Ide dan Gagasan

Seperti yang sudah disebutkan, industri kreatif ini sangat bergantung pada ide dan gagasan yang dicetuskan oleh manusia. Pelaku industri memiliki ide kemudian direalisasikan menjadi produk yang dapat dipasarkan kepada konsumen.

  • Pengembangan Bersifat Tak Terbatas dan Terbuka

Berbeda dengan produk dari industri konvensional yang memiliki pakem-pakem khusus, produk industri kreatif ini tak memiliki aturan yang baku dalam pengembangannya. Oleh karena itu, pelaku atau orang yang berkecimpung di bidang industri kreatif dapat menggunakan kreativitasnya secara bebas.

Inovasi dan tren akan menentukan bagaimana sebuah produk kreatif terbentuk. Tak ada batasan atau aturan kolot yang menghambat para pelaku industri kreatif.

  • Hasil Kreasi Intelektual

Karena tak adanya suatu aturan baku dan proses pengembangannya bersifat terbuka, produk yang dihasilkan di industri ini menjadi unik. Produknya pun dikategorikan sebagai gambaran sebuah kreativitas, keahlian, dan intelektual pembuatnya.

  • Membutuhkan Kerja Sama Banyak Pihak

Sistem perekonomian pada industri kreatif tak akan bisa terbentuk tanpa adanya kerja sama dari semua pihak. Pihak yang dimaksud antara lain pelaku industri, pemerintah atau regulator, para pakar atau intelektual, dan masyarakat sebagai target pasarnya.

Produk yang dihasilkan oleh pelaku industri tidak akan bernilai jika tak ada masyarakat yang menjadi target pasar atau pengguna produk. Pemerintah juga sangat diharapkan dukungannya supaya proses penciptaan dan pengembangan produk sampai ke pemasaran bisa berjalan dengan lancar.

  • Konsep yang Dibuat Mudah Tergantikan dan Sifatnya Relatif

Kembali ke poin pertama, pengembangan produk kreatif berlangsung dengan terbuka dan tak ada batasan khusus. Oleh sebab itu, konsep yang diciptakan bisa mudah terganti karena preferensi orang akan berbeda-beda.

Tren yang sangat mudah berubah membuat produk-produk kreatif bisa mudah dikenal dan mudah dilupakan. Siklusnya memang begini sehingga pelaku industri kreatif dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi guna mengimbangi keinginan pasar.

Contoh Industri Kreatif Indonesia

Terdapat 4 contoh dari industri kreatif yang berkembang pesat di Indonesia. Berikut penjelasan selengkapnya.

  • Industri Musik

Industri yang satu ini fokus pada penciptaan musik, perekaman, dan penyebarluasan karya yang sudah berhasil dibuat. Target pasarnya adalah masyarakat secara umum dan golongan khusus pencinta genre musik tertentu.

Pelaku industri musik mendapatkan bayaran dalam bentuk royalti serta penjualan merchandise. Beberapa produk yang termasuk merch antara lain DVD, kaset, tiket konser, serta produk pendukung lainnya seperti kaos, photo card, dan lain sebagainya.

Sayangnya, industri musik Indonesia sedang mengalami kemunduran sejak tahun 2000-an. Penyebabnya adalah pembajakan karya yang dijual murah, download lagu dan video clip ilegal, serta royalti dari layanan streaming musik yang sangat rendah.

Musisi dan pelaku industri musik biasanya mendapatkan penghasilan besar dari konser. Namun di tengah pandemi seperti sekarang, konsep hampir tak mungkin bisa digelar.

  • Industri Kuliner

Indonesia terdiri dari puluhan provinsi, terbagi menjadi ribuan pulau, dan memiliki budaya yang sangat beraneka ragam. Keberagaman ini melahirkan berbagai kuliner atau makanan yang banyak jenisnya. Kuliner khas yang dimiliki setiap daerah memancing para turis untuk datang berkunjung.

Hal ini bisa menjadi sebuah peluang yang bagus untuk menciptakan wisata baru di daerah. Selain itu, makanan Indonesia juga sudah mendunia, contohnya rendang dan nasi goreng. Kedua makanan tersebut sangat disukai oleh masyarakat luar negeri.

  • Industri Film

Satu lagi industri yang sedang berada di ujung tanduk akibat pandemi adalah perfilman. Di tengah kemajuan perfilman yang begitu pesat, sineas Indonesia harus menghadapi sebuah kenyataan pahit bernama pandemi Covid 19.

Pandemi ini mengakibatkan produksi film harus ditunda dan distribusi produk film ke bioskop tak mungkin dilakukan. Film-film yang sudah siap ditayangkan pun harus ditunda peluncurannya.

Memanfaatkan layanan streaming untuk mendistribusikan film bukan pilihan yang baik. Hal ini justru menimbulkan maraknya pembajakan film oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

  • Industri Video

Industri kreatif di Indonesia memiliki pendatang baru yang mulai populer sejak 2010-an yaitu industri video. Bangkitnya industri ini diawali dengan munculnya situs berbagi video, Youtube. Platform besutan Google ini berhasil menjadi sarana hiburan baru, bahkan disebut sudah menggantikan TV.

Orang yang memiliki channel Youtube dan rutin membuat konten disebut Youtuber. Banyak orang yang akhirnya memiliki menjadi Youtuber karena potensi penghasilan yang besar. Untuk mendapatkan penghasilan dari Youtube, Anda harus mendaftarkan diri ke Google Adsense.

Anda akan mendapatkan uang dari setiap iklan yang ditonton oleh pengunjung. Semakin banyak penonton, semakin besar pula penghasilan yang Anda dapatkan.

Industri kreatif Indonesia sangat erat kaitannya dengan generasi Z atau yang saat ini berusia belasan hingga 20-an tahun. Generasi ini tak hanya dijadikan sebagai target pasar, namun juga pelaku industri kreatif itu sendiri.

Referensi : https://www.kemenparekraf.go.id/

Postingan Terbaru